MADRASAH SULLAMUL ULUM JL. DALAMPAGAR ULU RT.02 NO.79 MARTAPURA TIMUR 70617 KAB. BANJAR PROV. KALIMANTAN SELATAN EMAIL/FACEBOOK : SULLAMULULUM@GMAIL.COM CONTACT PERSON : AL USTADZ H.M. MAZANI AR (0813-4826-5267) AL USTADZ H. ABDUL HALIM ZA. (0813-5144-66809) TATA USAHA (0511-7307931)REK. BNI KANCA BANJARBARU NO. 0180907055 BANK KALSEL CABANG MARTAPURA : NO. 009.03.01.17433.8 BRI KANCA MARTAPURA NO. 0242.01.012172.53.6.

Sabtu, 15 Februari 2014

Software Shorof Al Qomus Al Arobi

Download software shorof tercanggih, "Al-Qomus Al-Arobi"

Bagi teman - teman yang pernah nyantri dipondok atau ngaji di madrasah, tentunya sudah tidak asing dengan kitab "Al-Amtsilah At-Tashrifiyah", satu kitab yang menjelaskan contoh-contoh dari tasrif wazan-wazan kalimat dalam bahasa arab.


Dari kitab tersebut kita diajarkan cara mentasrif satu kalimat menjadi beberapa kalimat, semisal kalimat "ضَرَبَ" yang setelah ditasrif bisa menjadi يَضْرِبُ اِضْرِبْ dan seterusnya tergantung dari sighot (bentuk kalimat) yang dikehendaki.


Nah, software Al-Qomus Al-Arobi ini bisa dikatakan sebagai versi software dari kitab tersebut, sebab fungsi utama software ini adalah menunjukkan wazan dari tiap kalimat dan menampilkan tasrifnya.

Software ini bisa di download  KLIK DISINI

 

Panduan penggunaan:

1. Setelah didownload, extrack software tadi, lalu klik "ArDic.exe" untuk menjalankannya.

2. Terdapat 4 tab utama pada software ini:


- Tab "البحث" digunakan untuk mentasrif kalimat yang di inginkan, caranya masukkan kalimat pada kolom dibawah "أدخل كلمة البحث" lalu pilih bentuk kalimat yang diinginkan (pilihannya ada dibawah kolom tadi). Setelah itu klik "عرض نتيجة البحث" yang berada dibawahnya.

Setelah hasilnya muncul, kita bisa menyimpan hasilnya dalam bentuk exel dengan mengklik tombol ikon exel di pojok kiri atas.


- Tab "الاشتقاق" digunakan untuk untuk mencari wazan dari suatu kalimat. Caranya adalah dengan memasukkan kalimat yang ingin dicari wazannya kedalam kolom disamping "أدخل الجذر", lalu klik tombol "عرض". Setelah itu klik tab "الافعال الثلاثية" yang berada dipojok kiri atas untuk menampilkan wazan fi'il tsulatsinya, baik tsulatsi mujarrod atau tsulatsi mazid, dan klik tab "الافعال الرباعية" untuk menampilkan wazan fi'il ruba'inya.


- Tab "معانى الجذور" digunakan untuk mengetahui makna dan penjelasan dari suatu kata, caranya dengan memasukkan kata yang diinginkan kedalam kolom dibawah "أدخل كلمة البحث" lalu klik "عرض المعنى".

- Tab "حول البرنامج" berisi informasi tentang software ini.

 

Semoga dapat bermanfaat...

Senin, 27 Januari 2014

Undangan Peringatan Maulid Nabi SAW Tahun 1435 H



Kepada Yth :

1. Bapak dan Ibu Dewan Asatidzah Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary
2. Para Santri Diniyah Wustho Madrasah Sullamul Ulum
3. Para Santri Diniyah 'Ulya Madrasah Sullamul Ulum
4. Para Santri Kelas IV, V dan VI (Pagi) Diniyah Awwaliyah Sullamul Ulum

Dimana Saja.

Assalamu ‘Alaikum Warohmatullah Wabarokatuh

Dengan memohon Rahmat dan Taufiq dari Alah SWT. Kami bermaksud mengundang Bapak/ Ibu/Guru/Santri untuk berhadir pada acara Peringatan Maulid Baginda Nabi Besar Muhammad SAW Insya Allah akan dilaksanakan pada :


Hari Tgl : Rabu, 27 Rabiul Awwal 1435 H / 29 Januari 2014 M
Jam / Waktu : Pukul 09.00 Wita sampai selesai
Tempat : Lokal belajar “Sullamul ‘Ulum” lantai atas Gedung Unit I

A c a r a :

Pembacaan Maulid Al - Habsyi Pengajian Al-Qur’anul Kariem
Mau’izhoh Diniyah oleh : Al Habib Muhammad bin Al Habib Abdurrahman Al Habsyi ( Pimpinan Majelis Sirrul Musthofa SAW - Jakarta )
Penutup & Jamuan

Besar harapan dan pinta kami kiranya Bapak/Ibu/Guru/Sdr. dapat memenuhi dan memperkenankan undangan ini. Dan kiranya pula semoga kita terhindar dari segala keudzuran.

Wassalamu Alaikum Warohmatullah Wabarokatuh

Hormat Kami
Ikatan Santri “Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary”

Ketua (Muhammad Bahauddin)
Sekretaris (Syamsul Huda)
Bendahara (Muhammad Syarwani)

Selasa, 30 Juli 2013

Mengenang Al Maghfurlah Al Ustadz Al Mukarrom Guru H.M. Fadhil Zein





AL USTADZ Al Mukarrom H.M. Fadhil Zein bin Muhammad Zein bin H. Ismail Khotib bin H. Ibrahim bin H.M. Sholih bin Khalifah Zainuddin bin Maulana  Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary

Begitulah nama lengkap dan silsilah dari Al Ustadz Al Mukarram Guru H.H. Fadhil Zein. Beliau lahir pada 25 Februari 1941. Menempuh pendidikan di Madrasah Al Khairiyah di Surabaya Jawa Timur dan Menamatkan sekolah di Pendidikan Guru Agama Negri (PGAN)

Pengabdian diri beliau dalam dunia pendidikan ke-Islaman di Pondok pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary Madrasah Sullamul Ulum. Dapat dikatakan sepanjang kehidupan beliau.

Dari muda usia dini sudah mengajar di tingkat ibtidaiyah (sekarang diniyah awwaliyah) dan ketika pemerintahan pada waktu itu sekitar tahun 70 – 80 an melakukan pengangkatan guru guru madrasah untuk menjadi PNS.

Beliau termasuk yang terpilih dan lulus mengikuti pendidikan kedinasan. Hingga akhirnya dianggat menjadi PNS dan  bertugas di lingkungan madrasah Sullamul Ulum. Hingga beberapa lama beliau bertugas.

Sehubungan kepala tingkat Ibtidaiyah pada  waktu itu Al Ustadz Al Mukarrom Al Maghfurlah Guru Mohammad As’ad wafat . Maka atas kesepakatan dewan asatidzah beliau diberikan tugas untuk menggantikan sebagai kepala tingkat Ibtidaiyah di sekitar tahun 80 an

Dan semasa kepemimpinan beliau ini lah didirikan pendidikan TKA/TPA Sullamul Ulum karena pada waktu itu sistem pendidikan baca tulis methode iqro mulai diperkenalkan. Hingga sampai sekarang ini TKA / TPA Sullamul Ulum masih tetap berjalan. Dan diera beliau pula di adakan khataman massal tiap akhir  tahun pelajaran.

Dari perjanalan keadaan madrasah beliau selalu memberikan ide dan inovasi segar agar madrasah bisa ikut serta berperan dalam mendidik ruhani generasi muda muslim. Pada tahun 95 an Departemena Agama (Depag) kabupaten Banjar (sekarang kementerian Agama Kab. Banjar) memberikan usulan agar madrasah Sullamul Ulum sudah waktunya untuk ditingkatkan menjadi pondok pesantren.

Maka  untuk menindak lanjuti usulan itu  komponen madrasah mengadakan rapat yang dipimpin oleh Al Maghfurllah KHA. Kasyfuddin (beliau sebagai sesepuh pada waktu itu) di tetapkan lah Al Ustadz Al Mukarrom Guru HM. Fadhil Zein sebagai pimpinan.

Karena sudah menjadi “Ijma’” dan konsensus dewan asatidazh maka beliau dapat menerima tugas baru itu meski tetap  tugas sebagai kepala tingkat ibtidaiyah. Karena tugas  pimpinan hanya sebagai konsolidator dan monitoring masing masing tingkat.

Meski beliau ditetapkan sebagai pimpinan pondok pesantren. Namun karena ketawadhu’an beliau. Beliau  mengatakan kepada penulis “Aku kada cucuk jadi pimpinan kada cucuk di sorbani. Jadi aku hanya PLH aja alias Pelaksana Tugas Harian Pimpinan.

Maka setiap surat dinas keluar yang behubungan dengan tugas ke pondok pesantrenan  yang penulis ketik dan harus ditandatangaani oleh beliau. Selalu beliau berpesan harus ditullis Plh Pimpinan Ponpes baru nama beliau. Inilah salah satu rasa dan perasaan hati beliau  yang bersahaja dan merasa tidak memadai untuk di tulis dengan sebutan pimpinan apalagi ada embel embel KH alias Kyai Haji.

Jumat, 26 Juli 2013

Seputar Tentang Nuzulul Quran


Metode Diturunkannya Al-Qur’an (Kaifiyah Inzal)

Pertama:
Al-Qur’an Diturunkan Secara Sekaligus

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ 
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Al-Baqarah 185)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ 
“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (Al-Qodr 1)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ 
“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang diberkahi.” (Ad-dukhon 3)

Dalam 3 ayat di atas, semua menjelaskan tentang turunnya Al-Quran pertama kali, yaitu pada bulan Ramadhan tepatnya malam lailatul qadar; malam kemuliaan. Dan pada surat Ad-Dukhon yang dimaksud malam mubarok ialah malam lailatul qadar pada bulan Ramadhan sebagaimana yang dikatakan oleh kebanyakan ulama tafsir. (lihat Ruhul Ma'ani - tafsir Al-Alusi)

Dalam kitab Al-Burhan Fi ‘Ulumil-Qur’an karangan Syeikh Badruddin Az-Zarkasyi (W. 794 H), beliau mengatakan bahwa dalam hal ini para Ulama berbeda pendapat ke dalam 3 pendapat yang masyhur.
Dan dari tiga pendapat tersebut, yang paling mendekati kepada pendapat yang kuat dan benar ialah pendapat yang banyak dipegang oleh Jumhur Ulama, yaitu:

Bahwa Al Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia (daarul Izzah) pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi saw setelah beliau diangkat menjadi Nabi di Mekah dan Madinah sampai wafat beliau.

Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang paling mendekati kebenaran, berdasarkan suatu riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Hakim dalam mustadroknya dengan sanad yang shahih, dari Ibnu Abbas radhiyallhu ‘anhuma, beliau mengatakan bahwasanya Al-Quran itu turun sekaligus ke langit dunia pada malam lailatul qadr. Kemudian diturunkan berangsur-angsur selama 20 tahun, kemudian ia mambaca ayat,

وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا 
“Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik.” (QS. Al Furqan: 33)

وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً 
“Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra: 106)
Imam An-Nasa’i juga meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: “……dan Al-Qur’an diletakkan di baitil izzah dari langit dunia kemudian Jibril turun dengan membawanya kepada Muhammad SAW.”